pemaje pisau khas lombok - barang antik peninggalan nenek moyang sebagai warisan budaya

Pemaje-Pisau Khas Lombok

pemaje menyimbolkan pengganti satu tulang rusuk laki-laki yang diambilkan untuk dijadikan tulang hawa. sehingga, yang membawa pemaje di Lombok adalah kaum laki-laki dengan cara diselipkan di depan pada bagian sebelah kiri. makna filosofi lain yang dapat dipetik dari pemaje adalah...

Ashitaba Flower

Kerajinan Anyaman Ketak

Ketak merupakan salah satu kerajinan yang saat ini mulai banyak berkembang di Lombok, kerajinan ini berkembang pesat dan sangat banyak diminati oleh penikmat kerajinan domestik maupun mancanegara..

menjadi reseller produk ashitaba kami

Mau ikut jualan ashitaba..???

Kami Mencari Reseller Produk Ashitaba.. Demi memperluas Jaringan penjualan, kami membuka kerjasama untuk siapa saja yang ingin ikut untuk menjadi distributor atau penyalur produk ashitaba kami. ...

lombok hand weaving

Lombok Hand Weaving - Sembalun Woven

Lombok is one region in Indonesia that produced weaving with very reach texture and design. people of Lombok wearing weaving cloth on some of culture ceremonial and it has sacred value. also for traditional Lombok people (Sasak Tribe) some kind of weaving as a social identity...

Sasak Tribe traditional fish trap

kodong is a simple trap to catch the fish. it made from bamboo and ratan, over a hundreed years traditional people using kodong as trap to catch the fish on the river..

Our Ashitaba Plantation on Lombok

Ashitaba (Angelica keiskei Koidzumi) adalah salah satu jenis tanaman obat yang sangat populer di Jepang. Getah Ashitaba merupakan bahan baku utama produk obat-obatan, sementara daunnya adalah bahan baku Teh Herbal dan kopi Ashitaba (bubuk) yang berfungsi sebagai anti oxidant,.

Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts
Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts

Monday, March 5, 2012

Melihat sawah berbackround Rinjani di Tetebau


Jika di Bali ada Ubud yang sangat terkenal dengan keindahan Terraceringnya, maka di Lombok ada Desa Tetebatu yang menyuguhkan pemandangan terracering ala Ubud di Bali. Wisata ini sangat cocok untuk Anda yang menginginkan sensasi relaksasi di Alam.  
Berada pada ketinggian 600 meter diatas permukaan laut dengan surface yang subur dan ekosistem yang terjaga, serta menyimpan begitu banyak nilai sejarah ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Tetebatu. Desa Tetebatu lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan asing terutama yang berasal dari Belanda, ini sangat dekat kaitannya dengan Sejarah dan penginggalan-peninggalan masa Pemerintahan Kolonial Belanda yang hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Awalnya Desa Tetebatu adalah lokasi perkebunan dan tempat berlibur Prof. Dokter Soedjono, dokter pertama di Pulau Lombok yang diutus oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memberantas kolera pada tahun 1910.

Thursday, June 2, 2011

Tetebatu - East Lombok

 
Tetebatu is a town in Central and East Lombok, Indonesia.This small town is about 2km from the southern boundary of Mount Rinjani National Park. It is a quaint and scenic rural area some 400-500 metres above see level, and gives visitors the chance to experience real, traditional village life in Lombok. This is as far removed from drunken beer boy scene in Senggigi as you could possibly imagine The Tetebatu area is perhaps best known for for its cultural attractions. Traditional Sasak handicraft artisans are spread throughout the villages in this area and products include black terracotta and basketry. The nearby town of Kotaraja is the best known location in Lombok to witness traditional Sasak stick fighting and the village has a long tradition of producing forged blacksmith tools.  

Get In to Tetebatu
Getting to Tetebatu by public transport is a bit of a saga and can take a very long time. There are buses from the main terminal in Mataram to Pomotong about 12km south of Tetebatu. These are unpredictable but seem to be most regular in the late mornings. From Pomotong you might be able to find a bemo to take you to Kotaraja, and from there a horse cart (cidomo) for the final 2 km to Tetebatu.
There are reports of the Perama bus company offering one way transfers from Senggigi to Tetebatu for Rp 60,000 per person, but it is unclear whether this is a charter rate for a group with a minimum number of people, or whether it is a scheduled service. Worth enquiring at their Senggigi office, tel: +62 370 693007.
Easier, and not expensive if there is more than one in your party, is to charter a private car or taxi. From the main tourist destinations in West Lombok, this will cost Rp 300,000-500,000 depending on exactly where you are and your negotiating skills. For the return journey, private cars are available in Tetebatu for a similar price.
Get Arround 

Horse carts (cidomo) are easily available for short journeys.For longer excursions around the local villages you might be able to figure out the bemo routes (although it is difficult). More likely is that you will find a car and driver for hire in town.Bicycles and motorbikes are available for rent. Expect to pay a daily rate of about Rp 25,000 for a bicycle and Rp 70,000+ or a motorbike. Your hotel will be able to help with this.
What to see..??
  • Air Terjun Jukut. These falls are not as spectacular as those in the north of the national park around Senaru, but still very much worth the effort to see. You will need a guide to find Jukut and your hotel will certainly help with this. Expect to pay about Rp 100,000-150,000. The falls are reached via a really pleasant two hour walk from Tetebatu through charming rice paddies. Less recommended is to drive to the main car park, from where the falls are 2km down a well trodden walking track. Local Sasak lore has it that the waters here are a cure for baldness. Rp 20,000.
  • Taman Wisata Tetebatu (Tetebatu Monkey Forest). This park is a gentle 4km walk north of the town. Expect lots of macaques and some pleasant enough scenery and waterfalls. Again, ask at your hotel about a guide, and avoid any offers of motorised transport.
  • Kotaraja is about 5km south of Tetebatu and is famous for the local form of stick fighting - peresehan. Regular events are held in which young Sasak men ceremonially fight each other with a rattan stick and a buffalo skin shield. Enquire locally in Tetebatu to see if any fights are scheduled. 

 Source http://wikitravel.org/en/Tetebatu

 Read Also

Sentra industri kerajinan Loyok Lombok Timur

Mushroom Plantation on Tetebatu East Lombok

Jeruk Manis Water Fall East Lombok

Wisma Soedjono TeteBatu

Wednesday, May 25, 2011

Sentra industri kerajinan Loyok Lombok Timur

Desa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur sekitar 5 Kilo meter dari Tetebatu merupakan salah satu desan dengan sentra industri kerajinan di Lombok Timur, terdapat beberapa jenis sentra Industri kerajinan di Desa Loyok seperti kerajinan Rotan, Kerajinan Kayu dan beberapa kerajinan yang unik buah karya dari para pengrajin desa Loyok. kali ini saya mendatangi salah satu artshop di Desa Loyok dan mendapati beberapa kerajinan unik yang tidak biasaya di Display dan dijual di Artshop Lain.

Copok Tangkel:

Copok dalam bahasa Indonesia artinya wadah atau sebuah tempat untuk menempatkan sesuatu di dalamnya sedangkan Tangkel dalam bahasa Indonesia berarti Batok  Kelapa. sesuai namanya Copok ini terbuat dari tangkel atau batok kelapa, dibuat dengan sangat detil dan estetika tinggi. Jika kita perhatikan dari mata awam tak terbayang bagaimana pembuatnya membentuk batok kelapa yang begitu keras menjadi sebuah wadah yang halus sehalus keramik. Menurut pengrajin Copok tangkel ini dia mampu membuat copok tangkel 5 biji dalam satu minggu jika dikerjakan terus menerus. Namun tidak habis fikir saya kenapa barang seni dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi ini dijual dengan harga yang begitu murah, Copok tangkel ini dijual perbiji seharga Rp. 50.000,- Murah bukan..??




Gegandek
gegandek adalah sebutan untuk tas tradisional, biasanya tas ini dipakai oleh ibu-ibu ke pasar. dibuat dan dipoles dengan estetika tinggi sehingga terlihat audentik dan antik. tas gegandek ini terbuat murni berbahan bambu, terdapat beberapa pilihan ukuran untuk tas gegandek. umumnya gegandek tidak mempunyai banyak model karena mempertahankan khas. di Loyok, Gegandek ini bisa dengan mudah ditemui di salah satu artshop yang menyediakan kerajinan-kerajinan, harganyapun bervariasi tergantung dari ukuran, mulai dari 30ribu sampai dengan 100ribu rupiah.

selain dua kerajinan diatas masih banyak kerajinan kerajinan lain yang saya temukan dengan berbagai macam bahan. termasuk salah satu kerajinan yang saya rasa sangat unik yaitu piring yang terbuat dari potongan tulang dikombinasikan dengan batok kelapa. kerajinan ini memperlihatkan estetika dan nilai seni yang sangat tinggi. berikut adalah beberapa kerajinan yang saya ambil gambarnya di Loyok Desa Sikur Kabupaten Lombok Timur:


 Read Also

Sentra industri kerajinan Loyok Lombok Timur

Mushroom Plantation on Tetebatu East Lombok

Jeruk Manis Water Fall East Lombok

Wisma Soedjono TeteBatu


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More