Saturday, August 27, 2011

Pemaje Lombok

Dikutip dari buku karya karya Ir. H. Lalu Djelenga berjudul "Keris di Lombok"halaman 340 perihal / pemaje. Pemaje "Adalah alat kerja khusus tukang kayu untuk meraut. Tetapi akhir-akhir ini, bermula dari langka-nya keris, berkembang menjadi bagian dari kelengkapan berpakaian adat daerah Lombok.".
Salah seorang pembuat pemaje L. Rahman Hadi (40) menuturkan, pemaje tidak sekedar alat atau pelengkap adat, namun pemaje juga berperan seperti keris dan mempunyai pamor seperti keris tergantung dari bahan yang digunakan untuk membuat pemaje tersebut. selain itu pemaje menyimbolkan pengganti satu tulang rusuk laki-laki yang diambilkan untuk dijadikan tulang hawa. sehingga, yang membawa pemaje di Lombok adalah kaum laki-laki dengan cara diselipkan di depan pada bagian sebelah kiri. makna filosofi lain yang dapat dipetik dari pemaje adalah: pemaje menggunakan selut(besi pada gagang) yang berasal dari kuningan, kuningan dalam bahasa sasak berasal dari kata kuninge yang artinya "jaga diri", ditarik makna bahwa membawa pemaje selain sebagai simbol lelaki, juga dapat digunakan untuk menjaga diri, bukan untuk menyerang atau membunuh. tambah L. Rahman Hadi.
Penjelasan serupa juga didapatkan dari RK. Syamsuddin (50) Terong Tawah, menuturkan Pemaje merupakan simbolik budaya yang secara tidak sadar pelan-pelan dapat menggantikan peran keris dalam upacara adat- memang karena langka dan harga keris yang sangat mahal, Beliau juga menuturkan-sebagai laki-laki, memang sewajarnya membawa besi yang disepilkan, dikantongi atau dibuat menjadi pisau dan pemaje. intinya besi tersebut dibawa atau ditempelkan pada badan atau jasad. Pemaje dalam bahasa berasal dari dua suka kata yaitu Pe Mojo yang jika dikonversikan menjadi bahasa sasak (Epean Awak) dalam bahasa Indonesia menjadi "yang dimiliki oleh Badan", kedua suku kata tadi sebenarnya merupakan kepedekan dari Ungkapan bahasa Jawa yaitu "Repat Ning Atomojo" yang artinya "rapat dari badan" jika diartikan secara maknawi dapat berarti sesuatu yang ditempatkan rapat dengan badan-bisa menempel atau sekedar dirapatkan saja. Masih banyak lagi makna filosofi yang dapat dipetik dari benda kecil ini. orang-orang tua kita terdahulu menciptakan benda dan alat-alat seperti pemaje ini memang tidak sekedar sebagai alat. namun agar anak cucu mereka mengambil peng-ibaratan dan berfikir tentang apa yang terkandung pada benda tersebut, (RK. Syamsuddin)

di tahun yang serba modern ini kehadiran pemaje mulai sulit terlihat di kalangan Masyarakat Suku Sasak sebagai alat raut dan untuk keperluan sehari-hari, karena dari segi fungsi pemaje mulai banyak digantikan oleh alat-alat praktis seperti pisau buatan toko atau pabrikan. Pemaje mulai berpindah fungsi, dari alat-menjadi hasil kerajinan yang mempunyai nilai estetika tinggi, kadang mempunyai nilai magis dan dianggap sakral, karena metode dan bahan bukan sembarangan alias terdapat cara-cara khusus dan ritual untuk menyelesaikannya. pemaje dengan ketegori ini menjadi lebih berharga dan lebih mahal juga sangat banyak diminati oleh kolektor atau para penikmat seni bahkan oleh Masyarakat sendiri yang mempercayai khasiat pemaje tersebut.

Pemaje yang dikatan mahal dan berkualitas tidak hanya dilhat dari bentuk visual dan polesan empunya. namun juga sangat berpengaruh pada bahan kayu yang digunakan untuk warangka dan gagang juga besi yang digunakan sebagai mata pisaunya. Tidak sedikit dari pemaje kategori mahal ini terbuat dari kayu Rarang (Indonesia: Jarang) yang sangat sulit dijumpai dan merupakan kayu untuk warangka dan gagang keris seperti: Kayu Berore Pelet atau Berore Bebet, Kayu Purname, Kayu Sentigi, Kayu Kemuning, Kayu Raksase, Kayu Birak Ketemu, Galeh Johari, Akar Birak dll. Para pemilik Pemaje dengan tipe ini biasanya tidak menggandalkan Pemaje sebagai sebuah alat akan tatapi lebih melihat pemaje mampu mendatangkan khasiat yang oleh pemilikinya yakini, misalnya: pemaje dengan kayu birak diyakini dapat berkhasiat membuat pemiliknya disenangi, perkataanya didengar oleh orang lain dan dibawa pada saat ada pertemuan seperti rapat atau bertemu dengan sahabat lama.

Berikut adalah pemaje hasil dokumentasi yang saya ambil dari empu muda pembuat pemaje Lombok Asli yang merupakan kombinasi estetika tinggi dan bahan-bahan Rarang Kualitas tinggi. Pemaje berikut merupakan pemaje hasil seni yang tidak dapat dibuat massal dan dalam waktu yang singkat-itupun sangat tergantung dari ketersediaan bahan. saya akan tampilkan Anda yang akan menilai sendiri.dan jika tertarik Anda boleh memiliki pemaje tersebut.
pemaje selep berore bebet atau berore pelet- pemaje asli lombok
Nama:
Pemaje Selep Due Mangan
Keterangan:
Bahan werangka kayu berore dan gagang kayu berore pelet atau berore bebet. garis hitam pada kayu gagang disebut bebet/pelet yang merupakan keunikan kayu berore ini, kayu jenis ini saat ini sudah sangat langka dan sangat jarang sekali ditemukan.konon menurut empu pembuat pemaje ini, kayu sejenis ini hanya orang-orang tertentu yang dapat menemukannya dan caranyapun dengan melakukan ritual tertentu. mata pisau pemaje menggunakan besi waje pilihan. pada werangka diberikan ornamen kuningan dengan dengan nuansa Sasak Classic
Khasiat
Kayu berore yang mempunyai bebet/pelet oleh Masyarakat Sasak dipercaya berkhasiat sebagai Sembungkem (Indonesia:Penyembunyi). contoh, Ketika kita tidak ingin orang lain mengetahui kedatangan kita atau menghendaki seseorang tidak menghiraukan keberadaan kita pada situasi-situasi tertentu.


pemaje selep birak ketemu pamor burung merpati
Nama:
Pemaje Selep Pamor Merpati
Keterangan
Werangka dan gagang menggunakan kayu Birak Ketemu, pada gagangnya terdapat guratan urat kayu terlihat seperti burung merpati. mata, paruh dan sayap merpati terlihat begitu jelas. Mata Pisau pemaje  menggunakan besi waje pilihan, tajam dan tidak cepat tumpul.
Khasiat
Kayu Birak Ketemu dipercaya mampu memberikan manfaat "Pengasek-asek" (dikasihi), memberikan aura positif serta diyakini berkhasiat untuk mendekati seseorang seperti bos, pacar atau orang-orang yang kita inginkan mendapatkan dukungannya. Pemaje tipe biasanya digunakan pada pertemuan-pertemuan rapat, adat atau musyawarah. konon jika membawa Birak Ketemu akan dapat menaikkan percaya diri dan kharisma. 

Jika dilihat dari asal katanya. Birak berasal dari kata Berirak yang artinya mengajak dan Ketemu berarti Bertemu, sehingga Suku Sasak Terdahulu yang membawa dan mengetahui khasiatnya memberikan sebutan "Birak Ketemu: kepada kayu tersebut yang artinya Kayu yang berkhasiat mengajak bertemu atau mempersatukan.


pemaje selep kembar due mangan berore bebet
Nama:
Pemaje Selep Kembar Due Mangan
Keterangan:
Bahan sama dengan nomer 1 diatas. panjang 32 cm dan 27cm
Khasiat : Sama dengan Nomer 1

Pemaje selep Berore Bebet - Pemaje Asli Lombok Berkhasiat
Nama:
Pemaje Selep Berore Bebet Belek
Keterangan: Sama dengan nomer 1 dan 3. Ukurang Panjang 30Cm
Khasiat: Sama Dengan Nomer 1

pemaje selep birak ketemu - pemaje asli lombok berkhasiat, khasanah ikonik budaya lombok
Nama:
Pemaje Selep Birak Ketemu Galih Johari
Keterangan: Gagang Pemaje dari Akar Birak Ketemu dan Werangka terbuat dari galeh (inti) kayu johari. ukurang panjang 30 Cm dengan selut kuningan pada gagang. Mata pisau pemaje menggunakan besi waje pilihan yang tidak mudah tumpul.
Khasiat: Sebagai Pengasek-asek (dikasihi) seperti pemaje nomer 2.


pemaje selep birak ketemu - pamor awan baja motif ikan - pemaje asli lombok, khasanah dan ikonik budaya lombok
Nama:
Pemaje Selep Birak Ketemu Pamor Awan Baja
Keterangan: Warangka dan gagang dari kayu Birak Ketemu. keistimewaan terletak pada warangka berasal dari kayu yang tidak dibelah agar tidak merusak guratan alami kayu. keistimewaan lainnya adalah Mata Pisau pemaje menggunakan besi ireng berpamor awan baja, selembut awan dan sekeras baja. panjang 33cm.
Khasiat:Adapun khasiat kayu warangka dan gagang pemaje ini pada dasarnya sama dengan pemaje lain diatas yang menggunakan bahan sama. Khasiat lain terletak pada besi berpamornya yang dapat membuat empunya mempunyai aura lembut selembut awan dan akan menjadi dan bertubuh sekeras baja. (Kembali kepada keyakinan)


pemaje selep asli lombok. benda dan ikon budaya lombok
Nama:
Pemaje Simat Kocet
Keterangan: Gagang terbuat darikayu raksase dan warangke terbuat dari kayu galeh (inti)jepun. Mata Pisau pemaje menggunakan stainless steel anti karat. panjang 20cm.
Khasiat: Kayu raksase hanya terdapat pada salah satu tempat di gunung Rinjani yang disebut dengan pancoran emas. di Rinjani terdapat beberapa gua-gua yang dianggap mempunyai kekuatan mistis yang kuat, biasanya Tuselak (Bahasa Bali:Leak) yang menggunakan ilmu hitam tidak dapat memasuki area gua yang berada di gunung rinjani tersebut. untuk dapat memasuki gua-gua tersebut, para Tuselak biasanya menitipkan/melepas ilmu hitam yang mereka miliki  pada kayu raksase ini kemudian masuk ke dalam gua. konon kayu raksase ini dipercaya ditakuti oleh tuselak, dan empu/pemegang kayu raksase ini akan disegani oleh pemilik ilmu hitam, juga dipercaya sebagai penolak begik(Indonesia:sihir) jahat.

pemaje selep kayu purname selut kuninge - pemaje asli Lombok, barang antik lombok
Nama:
Pemaje Selep Purname
Keterangan: Warangka dan gagang menggunakan kayu purname. selut pada gagang menggunakan kuningan asli dan mata pisau pemaje menggunakan besi waje yang tidak mudah tumpul.
Khasiat: harus tanya empu dulu.. ???


pemaje lombok - barang antik lombok - tempius kocet - ikonik budaya lombok
Menunggu Referensi dan sumber..

barang antik lombok, pemaje lombok, peninggalan budaya khazanah budaya lombok warisan nenek moyang
Nama: 
Pemaje Selep Birak Ketemu Pamor Air Laut
Keterangan: Werangka terbuat dari kayu birak ketemu dan gagang dari akar kayu birak ketemu. keistimewaan lainnya adalah besi yang digunakan sebagai mata pisau pemaje yaitu besi ireng/bideng/hitam berpamor air laut.
Khasiat: adapun khasiatnya terdapat pada kayu dan mata pisau pemajenya. khasiat kayu sama dengan penjelasan pada pemaje nomer 5 lime. sedangkan pada besi dengan pamor air laut dipercaya membawa ketenangan bagi empunya.

ladik penggorokan, barang antik dari lombok, benda warisan budaya nenek moyang lombok
Nama:
Ladik Penggorokan
Keterangan: Werangka terbuat dari kayu kemuning dan gagang dari kayu birak ketemu. besi pada mata pisau terbuat dari waje yang sangat tajam dan tidak mudah tumpul. ukuran panjang 39cm. Ladik Penggorokan tidak termasuk dalam kategori pemaje. Ladik penggorokan termasuk dalam kategori golok dan pisau.
Kegunaan: Adapun kegunaanya adalah sebagai alat pemotong daging. Ladik Penggorokan biasanya digunakan untuk menyembelih ayam, kambing, sapi dan kerbau pada acara-acara tertentu.
benda antik asli lombok, khazanah benda budaya dan ikon budaya lombok warisan nenek moyang
Nama:
Pemaje Selep Birak Ketemu
Keterangan: Pemaje ini merupakan Kembaran Pemaje No. 2 due.

Interested..??
Koleksi Pemaje diatas di publikasikan untuk dijual. tidak diproduksi masal, pemaje ini berjumlah sangat terbatas karena bahan baku yang sangat langka. kami juga menerima pemesanan pembuatan pemaje sejenis seperti diatas namun tidak dapat membuat replika yang persis seperti koleksi yang kami tampilkan diatas. jika tertarik untuk memiliki pemaje antik diatas anda dapat menghubungi kami di nomer 0819 1599 0001 (bisa SMS atau telphon) atau email ke nizarjoe@gmail.com. Anda juga dapat meninggalkan pesan melalui formulir ini.

Baca Tentang Produk Kerajinan Unik Lainnya:

Ketak Handcraft on Lombok

Anyaman Ketak Lombok

Lombok Hand Weaving - Sembalun Woven

Lombok Wood Carving Art

Sasak Tribe traditional fish trap

Lombok antique traditional knife and cultural heritage

0 komentar:

Post a Comment

Blog ini bersifat DoFollow. silahkan tinggalkan komentar yang sesuai dengan konten artikel. komentar yang tidak perlu akan kami hapus. Terima Kasih Atas Kunjungannya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More