pemaje pisau khas lombok - barang antik peninggalan nenek moyang sebagai warisan budaya

Pemaje-Pisau Khas Lombok

pemaje menyimbolkan pengganti satu tulang rusuk laki-laki yang diambilkan untuk dijadikan tulang hawa. sehingga, yang membawa pemaje di Lombok adalah kaum laki-laki dengan cara diselipkan di depan pada bagian sebelah kiri. makna filosofi lain yang dapat dipetik dari pemaje adalah...

Ashitaba Flower

Kerajinan Anyaman Ketak

Ketak merupakan salah satu kerajinan yang saat ini mulai banyak berkembang di Lombok, kerajinan ini berkembang pesat dan sangat banyak diminati oleh penikmat kerajinan domestik maupun mancanegara..

menjadi reseller produk ashitaba kami

Mau ikut jualan ashitaba..???

Kami Mencari Reseller Produk Ashitaba.. Demi memperluas Jaringan penjualan, kami membuka kerjasama untuk siapa saja yang ingin ikut untuk menjadi distributor atau penyalur produk ashitaba kami. ...

lombok hand weaving

Lombok Hand Weaving - Sembalun Woven

Lombok is one region in Indonesia that produced weaving with very reach texture and design. people of Lombok wearing weaving cloth on some of culture ceremonial and it has sacred value. also for traditional Lombok people (Sasak Tribe) some kind of weaving as a social identity...

Sasak Tribe traditional fish trap

kodong is a simple trap to catch the fish. it made from bamboo and ratan, over a hundreed years traditional people using kodong as trap to catch the fish on the river..

Our Ashitaba Plantation on Lombok

Ashitaba (Angelica keiskei Koidzumi) adalah salah satu jenis tanaman obat yang sangat populer di Jepang. Getah Ashitaba merupakan bahan baku utama produk obat-obatan, sementara daunnya adalah bahan baku Teh Herbal dan kopi Ashitaba (bubuk) yang berfungsi sebagai anti oxidant,.

Saturday, November 10, 2012

Bubuk Akar Ashitaba

Produk bubuk akar ashitaba, murni terbuat dari akar ashitaba yang dibudidayakan secara organik. pada akar ashitaba organik banyak mengandung germanium yang telah terbukti sangat kuat menjadi anti kanker dan efisien dalam membunuh kanker, tidak hanya anti kanker, kandungan germanium organik juga sangat ampuh sebagai solusi diet untuk masalah berat badan dan obesitas serta kelebihan lemak, membuang material yang tidak dibutuhkan yang membahayakan tubuh seperti merkuri dll, juga menjadi atioxidant yang sangat potensial untuk mencegah perusakan sel akibat radikal bebas.
bubuk akar ashitaba merupakan simplisia akar ashitaba yang telah terbukti aman dikonsumsi sesering mungkin tidak terikat dosis, dapat diminum sesering mungkin 3-4 kali sehari 1 sendok makan dilarutkan di air panas seperti teh/kopi pada umumnya, untuk penambah selera dapat dicampur dengan gula atau madu secukupnya.
beberapa herbalis menggunakan bubuk  akar ashitaba sebagai obat untuk:
  • Chronic gastritis - maag akut
  • Hipertensi
  • Stomach cancer
  • Ulcers
  • Hemorrhoids- ambeien
  • juga terbukti memberikan respon sangat baik untuk penderita diabetes
Bubuk batang ashitaba juga dapat diminum dengan cara dikombinasikan dengan bubuk daun ashitaba dengan rasio perbandingan 75:25 (daun:akar).

Teh Akar Ashitaba Rinjani Ashitaba
Isi 100 Gram
Kemasan Aluminium Foil
Harga Rp. 35.000,-/Pack
Pemasanan diatas 10 Pak Harga 32.000
Pemesanan diatas 20 Pack 27.500
Pemesanan diatas 50 Pak Harga 25.000
Baca Juga:

Teh Celup Ashitaba - Rinjani Ashitaba

Saturday, August 18, 2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Segenap civitas Skepat Lombok dan Rinjani Ashitaba mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, Semoga amal kita selama 30 hari berpuasa membawa kita semua kembali ke fitrah dan menjadi insan yang lebih baik. mari jadikan puasa bukan sebuah moment namun puasa menjadi sebuah kebiasaan kita sebagai ummat dalam menjadikan diri manusia yang sabar.


Sunday, August 5, 2012

Mengunjungi Air Terjun Lady Diana

Letak air terjun ini memang didalam hutan dan tersembunyi, namun suara keindahan dan suasana damai yang diberikan terdengar hingga ke Mancanegara, bahkan pengunjungya lebih banyak wisatawan Mancanegara. Karena keindahan dan kedamaian alaminya, air terjun ini mampu menarik perhatian Lady Diana dan beberapa orang-orang terkenal lainya untuk datang dan menikmatinya.
Air Terjun Mata Jitu, nama Air terjun ini diambil dari nama sebuah mata air yang keluar dari sela batu di Kawasan hutan tropis Pulau Moyo. Air tersebut mengalir ke sebuah sungai berundak kemudian jatuh di undakan tertinggi di salah satu bagian hutan yang hingga saat ini disebut sebagai Air Terjun Mata Jitu. Air terjun ini juga mendapatkan julukan ‘Air Terjun Lady Di’ karena pernah dikunjungi Lady Diana sebelum peristiwa yang merenggut nyawanya ditahun 1997. Karaketeristik air terjun ini terbilang sangat unik berbeda dari air terjun biasanya. Airnya sangat bersih  terlihat biru muda seperti air laut, batu-batu disekitar air terjun bukan batu padat seperti batu pegunungan, namun batu kapur, lekukan dan undakan bertingkat-tingkat yang dialiri air membuat pemandangan air terjun terlihat sangat indah dan khas.  selain itu, akar pepohonan yang tumbuh disekitar sungai seperti membentuk bingkai lukisan sungai berundak yang menggambarkan kealamian dan kedamaian.  Jika Anda berwisata untuk mendapatkan kedamaian, Air terjun Mata Jitu merupakan tempat yang sempurna untuk Anda datangi.


Selain keindahan alam, Anda juga dapat menikmati keberagaman satwa selama berada di kawasan hutan pulau moyo. Kawasan hutan ini oleh para pencinta burung dijuluki sebagai Surga pecinta burung. 124 spesies burung yang terdapat di Sumbawa, 86 jenis di antaranya dapat ditemukan di Pulau Moyo. Beberapa di antaranya, bahkan terhitung sebagai burung langka, seperti Kakatua berkepala kuning, Burung Gosong, maupun jenis Megapodius. Ketika menginjakkan kaki memasuki kawasan hutan menuju ke air terjun, Anda akan mendengar nyanyian acapela merdu ratusan burung, ini seperti sebuah sambutan selamat datang. Spesies hewan lainnya juga dapat Anda temukan disini seperti Kera, Babi Hutan, jika beruntung Anda akan dapat melihat Rusa dan lutung (kera hitam berekor panjang).
Air Terjun mata jitu tepatnya berada di Pulau Moyo, 3 Kilo Meter dari Pusat Kota Sumbawa Besar. Untuk  berwisata menuju Air Terjun Mata Jitu, transportasi terbaik adalah menggunakan Bus Damri eksekutif jurusan Mataram-Sumbawa, harga tiket Rp. 65.000. waktu yang dibutuhkan kira-kira 5-6 jam perjalanan. Anda akan turun di Pusat Kota Sumbawa Besasr. selanjutnya naiklah ojek menuju ke penyebarangan Labuan yang berjarak 2 Kilometer dari Subawa  Besar, pilihan lainnya menggunakan taxi.  Untuk menuju air terjun Anda harus menyebrang menggunakan perahu nelayan dari Penyebrangan Labuan menuju Desa Labuan Aji. Terdapat public boat yang beroperasi mengangkut penumpang dari dan ke pulau moyo, namun ketersediaanya sangat tidak dapat diandalkan, untuk itu Anda disarankan menyewa perahu nelayan paket harian dengan membayar sekitar Rp. 450.000. (masih bisa ditawar). jika mengambil paket sewa harian Anda akan diantar menuju pulau moyo tepatnya di Desa Labuan Aji, pemilik kapal akan menunggu untuk mengantar Anda kembali ke Sumbawa Besar. Di Desa Labuan Aji Anda sudah ditunggu oleh pasukan ojek yang siap mengantarkan Anda menuju ke Air Terjun, mengingat jarak Air terjun dari Desa setempat lumayan jauh dan menanjak, kurang lebih 1.5 KM, untuk ini Anda akan membayar Rp. 60.000,- (sudah termasuk kontribusi ke Desa) per orang, sesampai di Lokasi Air terjun, para ojek akan menemani Anda jalan-jalan disekitar air terjun sekaligus menunggu untuk mengantar Anda kembali ke Desa.
Pilihan lainnya untuk berwisata ke Air Terjun Mata jitu adalah dengan membayar paket wisata yang disediakan oleh agen tour dan travel. Salah satu agen tour terdekat dengan penyebrangan adalah Hotel Garuda di Jalan Garuda Sumbawa Besar. Agen tour akan mengatur perjalan wisata Anda dari penjemputan, penginapan hingga berkeliling dan camping di Pulau Moyo. 

Thursday, July 26, 2012

Amazing Ashitaba

Let your body cleanse, nourish and heal itself, naturally, with Ashitaba!
Ashitaba: Energy Without Caffeine:
In Japan, major subway stations have Ashitaba juice bars to provide healthy energy drinks 24/7. They even have Ashitaba ice cream! Preventing enormous healthcare costs by protecting your health certainly is easy to understand, and, makes sense.
Ashitaba: What is it?
Ashitaba has strong anti-tumor (inhibits skin and lung cancer), anti-thrombus, anti-bacterial, anti-viral, anti-fungal, anti-inflammatory, anti-mutagenic and anti-ulcer properties. It has been effective in treating AIDS, many types of cancers and inhibits LDL cholesterol. Ashitaba has been shown to stabilize blood sugar levels and improve insulin response in diabetics.
Ashitaba: What is in it?
Ashitaba is a multi-functional super green food that can help you slow aging and stay healthy. A green leafy vegetable, it contains antioxidant flavonoids and is rich in protein, amino acids, vitamins and minerals, chlorophyll, enzymes and fiber. Most plants are devoid of vitamin B12, which is normally only obtainable through meat, fish and eggs. However, Ashitaba is a good source of this nutrient, making it an ideal supplement for vegetarians.

Ashitaba is a good source of organic germanium, a trace mineral found to promote the production of interferon, a substance produced in the body that works to prevent viruses and bacteria from penetrating the body's cells. Germanium also helps purify the blood by increasing oxygen, creating an alkaline pH and activating blood cell replacements.

Ashitaba contains a significant amount of melatonin, a well known antioxidant with benefits of calming the body, stress reduction, anti-aging and anti-carcinogenic properties.
Ashitaba: What vitamins are in it?
Nutritional analysis reveals that 100 grams of Ashitaba powder contains the beta-carotene content equivalent to four carrots, the vitamin B2 content equivalent to 28 cloves of garlic, the vitamin C content equivalent to 4 lemons, and nine times the amount of iron found in spinach. It also contains vitamins B1, B3, B5, B6, biotin, folic acid, and the minerals calcium, magnesium, potassium, phosphorous, zinc, copper, manganese, sulphur and silicon.
Ashitaba is rich in Coumarins:
These are potent antioxidants, which have been found to contain anti-carcinogenic properties.1 They are particularly abundant in Ashitaba and other foods such as citrus fruit and celery.
Ashitaba is rich in Chalcones:
Unique to Ashitaba is a class of flavonoid compounds called Chalcones. They are contained in the peculiar yellow sap oozing from the plant when cut. Research has shown that they are potent antioxidants, protecting cells from free radical damage, which is associated with accelerating the aging process and many degenerative diseases, including cancer.2
The Chalcones also suppress the excessive secretion of gastric juice in the stomach, which is often caused by stress and can lead to stomach ulcers. In addition they help strengthen the immune system, regulate blood pressure and cholesterol, and exhibit anti-viral and anti-bacterial activities.3, 4
Chalcones have also been found to stimulate the production of Nerve Growth Factor (NGF), which is synthesized in tiny amounts in the body and is essential in the development and survival of certain neurons (nerve cells) in the peripheral and central nervous system. NGF is believed to have the potential to alleviate Alzheimer's disease and peripheral neuropathy, a common neurological disorder resulting from damage to the peripheral nerves, which originate from the brain and spinal cord and is common in diabetics. In an animal study conducted by the Biomedical Group, in Takara, Japan, there was a 20 per cent increase in NGF concentration after taking Ashitaba for just four days.5

Ashitaba as a Skin Tonic & Wound Healing Agent:

When you break the stems and roots of Ashitaba, a sticky yellow juice gushes out. In fact, this is one of the unusual characteristics of the plant. The juice which so readily flows from the plant is used topically to treat a host of skin conditions. The juice of the plant is applied to boils, cysts, and pustules to speed healing. It is used to clear athlete's foot fungal infections. It is applied to repel insects and to speed healing and prevent infection in insect bites. Indeed, applying the juice of the plant is said to cure most skin conditions and to prevent infection in wounds. It is used both in chronic and acute skin complaints.
Ashitaba is an Immune System Tonic:
In Japan, Ashitaba was also seen as a powerful medicine against infectious disease. Before vaccination was introduced, whenever smallpox raged, Ashitaba was brought to the mainland to cure those infected and prevent infection in those still well. This tradition of using Ashitaba to stop smallpox from spreading started with the Izu islanders, but was well accepted in mainland Japan long ago.
Ashitaba in Research:
As a consequence of its many and varied traditional uses, the plant has been the subject of scientific research. One of the first findings was that the yellow color of the juice is due to the yellow pigments known as chalcones-compounds almost unique to Ashitaba. Chalcones are rarely found anywhere in the natural world! Research has shown that the unique healing properties of Ashitaba are at least partly due to these unique compounds.
Chalcones were revealed to be antibiotic and active against staphylococcus in vitro.
Chalcones were found to work on the mucus membrane in the stomach and suppress the excessive secretion of gastric juice which in turn prevents ulcers.
The chalcones were found to inhibit thromboxane 2 - inhibiting the inflammatory process.
Ashitaba and Your Heart:
The "chalcones" in Ashitaba inhibit the oxidation of LDL cholesterol, interrupting the first step of arteriosclerosis. As we get older, the blood gets sticky and dirty due to toxins. Ashitaba purifies the blood so it flows more easily which lowers blood pressure. The chlorophyll and B12 found in Ashitaba helps build new hemoglobin (red blood cells) resulting in more oxygen in the blood, which is good for the heart and all of your cells.
Ashitaba and Women's Health:
"Ashitaba is very useful in treating menstrual cramps and pain regardless of the age of the patient. It is also wonderful in making the four to six years of peri-menopause more comfortable and provides women with therapeutic alternatives to hormone replacement therapy and hysterectomies.
Women have reported that irregular menses become regular while taking Ashitaba. Unlike its cousin, Dang Gui (angelica sinensis), Ashitaba is gentle, can be taken frequently and at bedtime without the stimulating effect that Dang Gui has, especially on women. " – Dr. Kevin Lance Jones L.Ac., O.M.D.

Ashitaba can improve a diminished sex drive and improves new mothers' milk secretion. As an added benefit, Ashitaba helps skin be supple and wrinkle free, while hair grows thicker, shinier and less dry and brittle.
Ashitaba is rich in Antioxidants:
Research published in the September 2002 issue of Nutraceuticals World, showed that Ashitaba out-performed a range of herbs including sage, St. John's Wort, chamomile, dandelion, fennel, black tea and green tea for its antioxidant potential

Ashitaba has also been used as a treatment for the following disorders: 

·Gl tract disorders:    
acute gastritis, chronic gastritis,
chlorhydria, stomach cancer, duodenal ulcer,
descensus ventriculi, gastric atonia and chronic enteritis

·Chronic hepatitis,
·Cell reproduction,
·Blood cleansing,
·High blood pressure
·Carcinoma
·Vascular augmentation
·Anemia
·Chronic Fatigue
·Hangover
·Asthma
·Common colds
·Production of sperm
·Diabetes
·Shoulder Stiffness
·Laxative
·Diuretic
·Neurosis
·Hemorrhoids

Wednesday, July 25, 2012

Ashitaba si Penjaga Hati



Ashitaba bermanfaat bagi jantung karena antioksidan (chalcones) yang dikandungnya. Ashitaba memurnikan darah yang menurunkan tekanan darah. Hal ini dibantu oleh kualitas diuretik nya. Seiring dengan bertambahnya usia darah semakin lengket dan kotor karena racun. Memurnikan darah memungkinkan aliran darah lebih mudah sehingga menurunkan tekanan darah. B 12 ditemukan di Ashitaba membantu membangun hemoglobin baru (sel darah merah) yang memungkinkan lebih banyak oksigen dalam darah dan fungsi sel lebih baik di semua organ dan otot termasuk jantung - menjaga kuat. Senyawa lain dalam Ashitaba dapat merangsang saraf Growth Factor (NGF) yang penting dalam pengembangan dan kelangsungan hidup neuron tertentu di kedua sistem saraf pusat dan perifer. Senyawa ini juga membantu dalam meningkatkan konduktivitas pesan saraf. Lihat juga research dibawah ini tentang pemurnian darah dan mencegah penyakit.

Penelitian tentang Ashitaba dan Jantung:
Arteri Relaksasi oleh Chalcones Terisolasi dari Akar Angelica keiskei Farmakologi Planta Med 2001; 67: 230-235 DOI: 10.1055/s-2001-12011

Empat makalah tentang Pengurangan tekanan darah dan kolesterol LDL.

"Flavonoid adalah pemulung radikal bebas ... Ada kemungkinan bahwa kuersetin dan flavonoid lain mengurangi tingkat pembentukan LDL teroksidasi dan dengan demikian menghambat pertumbuhan plak aterosklerotik." Hertog dan Feskins menulis dalam Lancet (Oktober 23,1993; 342:1007-11).

Efek dari angiotensin I-converting enzim inhibitor dari Ashitaba (Angelica keiskei) pada tekanan darah tikus hipertensi spontan. Shimizu E, Hayashi A, dkk, J NUTR Sci Vitaminol (Tokyo).. 1999 Juni, 45 (3) :375-83.


Read More about Ashitaba


Ashitaba plantation

our ashitaba plantation totally reach up to 30 hectare, situated under 1200 meter above sea level on the foot of rinjani mountain on Lombok Island Indonesia. 100 percent organic plant without any chemical and pesticide. Eruption of Rinjani Mountain thousand years ago spread ton and ton reach soil make our ashitaba grown perfectly and become best quality of ashitaba herbal on southeast Asia.











Our Ashitaba Plantation Supply Abbility:
Ashitaba Powder Leaf 1000KG/Month
Ashitaba Stem Powder 1500KG/Month
Ashitaba Root Powder 750KG/Month
Ashitaba Liquid Chalcone (Sap) 1500Litre/Month  

For More Information Please visit our official site at www.rinjaniashitaba.com
For Inquiry please send your inquiry request to E-Mail. nizarjoe@gmail.com 
Call or SMS

Monday, July 23, 2012

Satu hari menjadi raja

Photo-photo ini di dokumentasikan oleh Mas Rifqi dan Tommy Arwanto, thanks buat kerja keras mereka yang telah menjadikan wajah yang tak photogenic sama sekali menjadi lebih enak dilihat.

Bocah-Bocah sasak calon pengemban adat Sasak, lihatlah mereka terlihat begitu authentic dan native.




 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More